Kota Kediri Raih Prestasi Green City, Bukti Komitmen Menuju Kota Berkelanjutan
KEDIRI – Kota Kediri, Jawa Timur, Raih Prestasi Green City menjadi salah satu daerah yang mencatatkan prestasi dalam pengembangan kota berkelanjutan di Indonesia. Melalui ajang UI GreenCity Metric, Kota Kediri berhasil meraih peringkat pertama pada 2023 dan kembali mempertahankan posisi tersebut pada 2024. Capaian ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan, infrastruktur, dan kualitas hidup masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan melalui pemeringkatan yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia untuk mendorong pemerintah daerah mengembangkan wilayah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Prestasi Kediri juga memperlihatkan pentingnya perencanaan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Kediri Raih Peringkat Pertama GreenCity Metric Dua Tahun Berturut-turut
Pada 1 Agustus 2023, Kota Kediri berhasil Raih Prestasi Green City menempati peringkat pertama dalam kategori Kota/Kabupaten Paling Berkelanjutan di Indonesia pada UI GreenCity Metric. Pada tahun yang sama, Kediri juga meraih penghargaan dalam kategori Kota/Kabupaten Paling Berkelanjutan Bidang Akses dan Mobilitas.
Berdasarkan pemberitaan resmi Pemerintah Kota Kediri, pencapaian tersebut merupakan hasil penilaian terhadap berbagai aspek pembangunan kota. Kediri memperoleh nilai 7.015, dengan aspek penataan ruang dan infrastruktur menjadi salah satu bidang yang menonjol dalam penilaian tahun tersebut.
Informasi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan perencanaan wilayah yang memperhatikan keberlanjutan. Infrastruktur yang tertata dengan baik dapat mendukung mobilitas masyarakat, meningkatkan akses terhadap fasilitas publik, dan membantu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman.
Sumber: Pemerintah Kota Kediri – Peringkat I Kota Paling Berkelanjutan Versi UI GreenCity Metric 2023.
Pada 2024, Kota Kediri kembali meraih peringkat pertama Kota/Kabupaten Paling Berkelanjutan di Indonesia. Kediri juga memperoleh penghargaan pada kategori akses dan mobilitas. Penghargaan tersebut diterima oleh Penjabat Wali Kota Kediri, Zanariah, pada 8 Agustus 2024 di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
Keberhasilan mempertahankan posisi tersebut selama dua tahun berturut-turut menjadi catatan penting dalam perjalanan pembangunan berkelanjutan Kota Kediri.
Sumber: Pemerintah Kota Kediri – Prestasi UI GreenCity Metric Award 2024.
Penataan Ruang dan Infrastruktur Menjadi Bagian Penting
Salah satu aspek penting dalam pengembangan Green City adalah penataan ruang yang memperhatikan keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan. Perencanaan wilayah yang baik dapat mendukung penyediaan ruang terbuka hijau, akses transportasi, fasilitas umum, serta kawasan permukiman yang nyaman.
Pengembangan infrastruktur juga perlu mempertimbangkan dampak lingkungan dalam jangka panjang. Pembangunan jalan, fasilitas publik, dan kawasan permukiman idealnya disertai perencanaan drainase, pengelolaan air, serta perlindungan ruang hijau.
Dalam konteks Kota Kediri, prestasi UI GreenCity Metric menjadi salah satu indikator pengakuan terhadap upaya pembangunan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah. Namun, penghargaan tersebut tetap perlu diikuti dengan pemantauan dan evaluasi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pengelolaan Sampah dan Pengurangan Plastik Sekali Pakai
Selain penataan ruang, pengelolaan sampah menjadi bagian penting dari konsep kota hijau. Pertumbuhan aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi dapat meningkatkan jumlah sampah yang perlu dikelola secara tepat.
Kota Kediri memiliki landasan kebijakan untuk mendukung pengelolaan sampah, termasuk Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Wali Kota Nomor 30 Tahun 2023 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai.
Kebijakan tersebut relevan dengan upaya mengurangi timbulan sampah dan mendorong penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Pelaksanaannya memerlukan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
Beberapa langkah yang dapat mendukung tujuan tersebut meliputi pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah organik menjadi kompos, peningkatan daur ulang, serta pengurangan penggunaan produk sekali pakai.
Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada keberadaan peraturan, tetapi juga pada pelaksanaan di lapangan dan perubahan kebiasaan masyarakat.
Akses dan Mobilitas untuk Mendukung Kota yang Lebih Nyaman
Mobilitas masyarakat merupakan bagian lain dari pembangunan kota berkelanjutan. Sistem transportasi yang terencana dapat membantu masyarakat menjangkau tempat kerja, sekolah, pusat pelayanan, dan fasilitas umum secara lebih efisien.
Penghargaan Kediri dalam bidang akses dan mobilitas pada UI GreenCity Metric 2023 dan 2024 menunjukkan bahwa aspek tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penilaian keberlanjutan kota.
Ke depan, prinsip mobilitas berkelanjutan dapat terus didukung melalui peningkatan fasilitas pejalan kaki, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, pengembangan transportasi umum, dan penyediaan ruang jalan yang aman bagi berbagai pengguna.
Upaya tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi apabila didukung fasilitas yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kediri Masuk Lima Besar pada 2025
Perjalanan Kota Kediri dalam pemeringkatan kota berkelanjutan berlanjut pada 2025. Berdasarkan pemberitaan resmi Pemerintah Kota Kediri pada 2 Oktober 2025, Kediri menempati peringkat kelima dalam kategori Kota/Kabupaten Paling Berkelanjutan pada UI GreenCity Metric 2025, dengan nilai 7.497,5.
Peringkat pertama diraih Kota Surabaya, disusul Kota Madiun pada posisi kedua, Kota Semarang pada posisi ketiga, dan Kota Medan pada posisi keempat.
Perubahan peringkat ini memperlihatkan bahwa posisi dalam pemeringkatan dapat berubah dari tahun ke tahun. Karena itu, pencapaian sebelumnya perlu dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan memperkuat program lingkungan.
Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Green City
Pembangunan kota hijau tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, merawat ruang terbuka hijau, dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.
Masyarakat dapat berkontribusi melalui kebiasaan sederhana, seperti membawa tas belanja pakai ulang, memilah sampah rumah tangga, menghemat air dan energi, serta menjaga fasilitas umum. Komunitas lokal dan lembaga pendidikan juga dapat berperan melalui kegiatan penghijauan dan edukasi lingkungan.
Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan bahwa program lingkungan memiliki sasaran yang jelas dan hasil yang dapat diukur. Indikator seperti kualitas ruang terbuka hijau, pengurangan sampah, aksesibilitas transportasi, dan efisiensi penggunaan sumber daya dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangan kota secara berkala.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.
Kesimpulan
Kota Kediri telah mencatatkan prestasi dalam pengembangan kota berkelanjutan melalui UI GreenCity Metric, dengan meraih peringkat pertama pada 2023 dan 2024 serta masuk lima besar pada 2025.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kediri dalam mengembangkan pembangunan yang memperhatikan penataan ruang, infrastruktur, akses dan mobilitas, serta pengelolaan lingkungan. Meski demikian, keberhasilan sebuah kota hijau tidak hanya diukur dari penghargaan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Melalui evaluasi kebijakan, penguatan pengelolaan sampah, peningkatan kualitas ruang publik, dan keterlibatan masyarakat, Kota Kediri memiliki peluang untuk terus mengembangkan pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pengalaman Kediri juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia bahwa konsep Green City membutuhkan perencanaan jangka panjang, pelaksanaan yang konsisten, dan kerja sama seluruh pihak untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang sehat dan nyaman bagi generasi sekarang maupun mendatang.
