Green City Terbaik di Indonesia, Ini Daftar Kotanya!
Bukan sekadar kota yang dipenuhi pepohonan. Green city adalah
gambaran bagaimana sebuah wilayah berkembang menjadi lebih
nyaman, bersih, modern, dan tetap menjaga keseimbangan alam.
Kota modern tidak lagi hanya dinilai dari gedung-gedung tinggi,
pusat perbelanjaan, atau infrastruktur yang megah. Ada hal lain
yang semakin penting untuk diperhatikan, yaitu bagaimana sebuah
kota mampu memberikan kehidupan yang lebih baik tanpa mengorbankan
lingkungan di sekitarnya.
Inilah alasan mengapa konsep Green City semakin
mendapat perhatian di berbagai daerah Indonesia. Pemerintah kota
mulai mengembangkan ruang terbuka hijau, memperbaiki sistem
transportasi, mengelola sampah, serta menghadirkan berbagai
inovasi untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat.
Menariknya, sejumlah kota di Indonesia telah menunjukkan
perkembangan positif dalam pembangunan berkelanjutan. Bahkan,
beberapa di antaranya berhasil masuk dalam daftar kota paling
berkelanjutan melalui pemeringkatan UI GreenCityMetric 2025.
Kota Surabaya menempati posisi pertama, disusul Madiun dan
Semarang. Pemeringkatan ini melibatkan enam aspek utama
keberlanjutan perkotaan.
Apa Itu Green City dan Mengapa Penting?
Green City atau kota hijau merupakan konsep pembangunan wilayah
yang mengutamakan keseimbangan antara aktivitas manusia,
perkembangan ekonomi, dan kelestarian lingkungan.
Artinya, sebuah kota tidak hanya mengejar pertumbuhan pembangunan,
tetapi juga harus mampu menjaga kualitas udara, ketersediaan air
bersih, ruang hijau, pengelolaan limbah, serta kenyamanan
masyarakat yang tinggal di dalamnya.
Beberapa karakteristik utama kota hijau antara lain:
- Memiliki ruang terbuka hijau dan taman kota yang memadai.
- Menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
- Mengembangkan transportasi publik dan jalur pedestrian.
- Mendorong penggunaan energi secara efisien.
- Menjaga kualitas air dan lingkungan perkotaan.
- Melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
10 Green City Terbaik di Indonesia Tahun 2025
Berikut merupakan daftar sepuluh kabupaten dan kota paling
berkelanjutan berdasarkan hasil UI GreenCityMetric 2025.
Daftar ini mengacu pada pemeringkatan resmi yang diumumkan
pada 2 Oktober 2025.
1. Surabaya – Jawa Timur
Kota Paling Berkelanjutan 2025
Surabaya menjadi salah satu contoh menarik bagaimana kota
metropolitan dapat terus berkembang sambil memperhatikan
kualitas lingkungan.
Kota ini dikenal dengan berbagai taman kota, penghijauan,
pengelolaan sampah, serta keterlibatan masyarakat dalam
menjaga kebersihan lingkungan. Upaya pemilahan sampah dari
rumah tangga hingga kawasan usaha juga menjadi bagian penting
dari pengelolaan lingkungan Surabaya.
Tidak mengherankan jika Surabaya berhasil menempati posisi
pertama dalam UI GreenCityMetric 2025.
Pengelolaan Sampah
Ruang Terbuka Hijau
2. Madiun – Jawa Timur
Kota Berkelanjutan Kedua
Madiun menjadi salah satu kota yang menarik perhatian karena
konsistensinya dalam mengembangkan lingkungan perkotaan.
Penataan fasilitas publik, ruang kota, dan mobilitas masyarakat
menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih nyaman.
Keberhasilan Madiun menunjukkan bahwa kota dengan ukuran yang
tidak sebesar metropolitan juga memiliki peluang besar untuk
menjadi contoh pembangunan berkelanjutan.
Mobilitas
Pembangunan Berkelanjutan
3. Semarang – Jawa Tengah
Kota Berkelanjutan Ketiga
Semarang memiliki karakter perkotaan yang terus berkembang.
Selain pembangunan infrastruktur, perhatian terhadap tata
ruang, energi, dan tata kelola pemerintahan menjadi faktor
penting dalam perjalanan menuju kota berkelanjutan.
Kota ini juga memiliki tantangan lingkungan tersendiri,
termasuk persoalan banjir dan penurunan muka tanah di
sejumlah wilayah. Karena itu, pengembangan kota yang
tangguh terhadap perubahan iklim menjadi semakin penting.
Tata Ruang
Ketahanan Kota
4. Medan – Sumatera Utara
Sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar di
Sumatera, Medan memiliki peran penting dalam pengembangan
kota yang lebih berkelanjutan. Dalam penilaian 2025,
Medan menonjol pada bidang energi dan perubahan iklim
serta tata kelola air.
Energi dan Iklim
5. Kediri – Jawa Timur
Kediri menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan
hanya milik kota metropolitan. Penataan wilayah, pengelolaan
lingkungan, dan peningkatan kualitas fasilitas perkotaan
menjadi bagian dari upaya membangun kota yang lebih nyaman
untuk masyarakat.
Kota Berkelanjutan
6. Salatiga – Jawa Tengah
Salatiga dikenal sebagai kota dengan suasana yang relatif
sejuk dan lingkungan yang memiliki karakter alam tersendiri.
Dalam pemeringkatan 2025, kota ini juga menunjukkan kinerja
yang baik pada aspek tata kelola pemerintahan.
Tata Kelola
7. Banjarbaru – Kalimantan Selatan
Banjarbaru menjadi salah satu kota yang patut diperhatikan
dalam perkembangan konsep kota hijau di Kalimantan.
Pertumbuhan kawasan perkotaan perlu berjalan seiring
dengan perlindungan lingkungan dan penataan ruang
yang terencana.
Penataan Kota
8. Kabupaten Trenggalek – Jawa Timur
Trenggalek memiliki potensi alam yang menjadi salah satu
kekuatan wilayahnya. Pembangunan berkelanjutan di daerah
ini memiliki keterkaitan erat dengan pengelolaan sumber
daya alam, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pelestarian Alam
9. Kabupaten Wonogiri – Jawa Tengah
Wonogiri masuk dalam sepuluh besar wilayah paling
berkelanjutan pada 2025. Pengelolaan sumber daya,
penataan kawasan, serta pembangunan yang memperhatikan
lingkungan menjadi bagian penting untuk masa depan wilayah ini.
Pembangunan Wilayah
10. Magelang – Jawa Tengah
Magelang melengkapi daftar sepuluh besar kota dan kabupaten
paling berkelanjutan di Indonesia. Dengan karakter wilayah
yang memiliki potensi wisata dan lingkungan alam, kota ini
mempunyai peluang besar untuk terus mengembangkan konsep
pembangunan yang selaras dengan alam.
Lingkungan dan Pariwisata
Perbandingan 10 Kota dan Kabupaten Berkelanjutan
| Ranking | Nama Wilayah | Provinsi |
|---|---|---|
| 1 | Surabaya | Jawa Timur |
| 2 | Madiun | Jawa Timur |
| 3 | Semarang | Jawa Tengah |
| 4 | Medan | Sumatera Utara |
| 5 | Kediri | Jawa Timur |
| 6 | Salatiga | Jawa Tengah |
| 7 | Banjarbaru | Kalimantan Selatan |
| 8 | Trenggalek | Jawa Timur |
| 9 | Wonogiri | Jawa Tengah |
| 10 | Magelang | Jawa Tengah |
Sumber data: UI GreenCityMetric Awards 2025 melalui
ANTARA News.
6 Indikator yang Menentukan Kualitas Green City
Menjadi kota hijau bukan hanya tentang memperbanyak taman
atau menanam pohon di sepanjang jalan. Ada sejumlah aspek
yang harus diperhatikan agar pembangunan benar-benar
memberikan manfaat jangka panjang.
1. Penataan Ruang dan Infrastruktur
Tata ruang yang baik membantu menciptakan lingkungan yang
teratur. Ketersediaan taman, jalur pejalan kaki, kawasan
permukiman, dan fasilitas umum harus direncanakan secara
seimbang.
2. Energi dan Perubahan Iklim
Kota masa depan perlu mengembangkan penggunaan energi
yang lebih efisien, mengurangi emisi, dan meningkatkan
kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim.
3. Pengelolaan Sampah dan Limbah
Sampah merupakan salah satu tantangan terbesar wilayah
perkotaan. Pemilahan sampah, daur ulang, pengolahan limbah,
dan pengurangan sampah dari sumbernya merupakan langkah
yang sangat penting.
4. Tata Kelola Air
Ketersediaan air bersih, pengelolaan air hujan, perlindungan
sumber air, dan sistem drainase menjadi faktor penting
dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
5. Akses dan Mobilitas
Transportasi publik yang baik, jalur sepeda, serta fasilitas
pedestrian dapat membantu mengurangi ketergantungan pada
kendaraan pribadi sekaligus meningkatkan kenyamanan
masyarakat.
6. Tata Kelola Pemerintahan
Keberhasilan kota hijau juga bergantung pada kebijakan
pemerintah, transparansi, perencanaan, dan keterlibatan
masyarakat dalam menjalankan program lingkungan.
Apakah Green City Bisa Menjadi Masa Depan Kota Indonesia?
Melihat perkembangan berbagai kota di Indonesia,
konsep green city memiliki peluang besar untuk menjadi
bagian penting dari arah pembangunan nasional.
Pertumbuhan penduduk, meningkatnya kebutuhan hunian,
pembangunan kawasan komersial, serta perkembangan
transportasi membuat kota membutuhkan perencanaan
yang lebih matang.
Ke depan, pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan
gedung modern dan jalan yang luas. Kota juga perlu
menyediakan lingkungan yang sehat, ruang publik yang
nyaman, sistem transportasi yang terintegrasi, serta
fasilitas yang mendukung kehidupan masyarakat.
Konsep ini juga dapat diterapkan dalam pembangunan
perumahan modern. Mulai dari penggunaan ventilasi alami,
pencahayaan matahari, taman, pengelolaan air hujan,
hingga pemilihan material bangunan yang lebih efisien.
Kesimpulan: Kota Hijau Bukan Sekadar Tren
Green city merupakan salah satu jawaban terhadap tantangan
pembangunan perkotaan di masa depan. Indonesia memiliki
banyak daerah yang mulai menunjukkan komitmen untuk
menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Surabaya berhasil memimpin pemeringkatan UI GreenCityMetric
2025, sementara Madiun dan Semarang juga menunjukkan
perkembangan yang patut diapresiasi.
Namun, keberhasilan sebuah kota hijau tidak hanya diukur
melalui penghargaan. Hal terpenting adalah bagaimana
masyarakat benar-benar merasakan lingkungan yang lebih
bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa green city terbaik di Indonesia?
Berdasarkan UI GreenCityMetric 2025, Surabaya menempati
peringkat pertama sebagai kabupaten/kota paling
berkelanjutan di Indonesia.
Apa perbedaan green city dan smart city?
Green city berfokus pada keberlanjutan lingkungan,
sedangkan smart city memanfaatkan teknologi dan data
untuk meningkatkan pelayanan serta pengelolaan kota.
Keduanya dapat diterapkan secara bersamaan.
Apa saja ciri-ciri kota hijau?
Kota hijau umumnya memiliki ruang terbuka hijau,
pengelolaan sampah yang baik, transportasi berkelanjutan,
penggunaan energi efisien, dan tata kelola air yang baik.
Mengapa konsep green city penting bagi Indonesia?
Karena kota-kota di Indonesia menghadapi tantangan
pertumbuhan penduduk, pencemaran, kemacetan, perubahan
iklim, dan meningkatnya kebutuhan sumber daya.
Pembangunan berkelanjutan membantu menghadapi tantangan
tersebut.
Referensi tambahan:
UI GreenCityMetric 2025
dan
Kementerian Lingkungan Hidup.
